Sedikit curhat, saya merantau ke kabupaten Malang dalam rangka melanjutkan Kuliah. Sebagaimana anak perantauan lain, pastilah ada sesi tanya jawab dan perkenalan dengan teman-teman baru. Ketika saya ditanya kabupaten asal dan saya jawab Trenggalek, nyaris 90% tidak ada yang tahu di mana Trenggalek itu berada. Rasanya saya gemes sekali. Ko tidak ada yang tahu di mana Trenggalek itu berada? Oke, maka dari itu Saya akan memaparkan Trenggalek.

Kabupaten Trenggalek adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota kecil ini menempati wilayah seluas 1.205,22 km² yang dihuni oleh ±700.000 jiwa. Berada ditengah-tengah antara Kabupaten Tulungagung (barat) dan Ponorogo (timur), dan di sebelah selatan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.
Sejak pilkada 2015 silam, Trenggalek dipimpin oleh pasangan bupati dan wakil bupati termuda di Indonesia, yaitu Bapak Emil Elistianto Dardak dan Bapak Mochamad Nur Arifin yang resmi dilantik pada 17 Februari 2016 kemarin. Emil Dardak sendiri kita tahu adalah suami dari artis Arumi Bachsin, dan hal ini juga yang membuat Trenggalek menjadi semakin dikenal.
Meskipun Trenggalek terbilang kabupaten kecil, namun Trenggalek memiliki segudang budaya yang dimilikinya. Diantaranya ada Tari Turonggo Yakso. Tari Turonggo Yakso merupakan kesenian asli kabupaten Trenggalek. Yang pada awalnya kesenian ini berasal dari “BARITAN” yaitu sebuah ritual yang dilakukan oleh masyarakat kecamatan Dongko, Trenggalek sejak lama. Tari Turonggo Yakso ini berbeda dengan Kesenian Jaranan yang lain. Perbedaan itu terletak pada kuda-kudaan yang ditungganginya. Jika pada Kesenian jaranan, kuda tersebut menggambarkan kuda yang benar-benar berbentu kuda. Sedangkan pada Tari Turonggo Yakso, kuda yang dipakai untuk tampil adalah kuda yang berbentuk Buto (Raksasa). Tari ini menceritakan tentang para ksatria yang menunggangi Buto (raksasa) yang berjuang melawan kejahatan yang biasanya diperagakan Barongan dan Celeng. Bahkan untuk meningkatkan kreatifitas dan kecintaan terhadap kesenian ini, Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengadakan Festival Jaranan Trenggalek Terbuka yang diadakan setiap tahun. Selain Turonggo Yakso, masih banyak lagi budaya yang dimiliki Trenggalek, seperti Larung Sembonyo, Nyadran, upacara Dam Bagong, Tiban, acara Pawai Budaya tahunan, dan lain lain.
Selain budaya, tentu saja Trenggalek mempunyai banyak ragam kuliner yang bisa dicicipi. Salah satunya adalah Lodho Ayam. Lodho ayam adalah olahan daging ayam yang terbuat dari aneka rempah pilihan dan santan. Kuahnya berwarna kuning kemerahan dengan citarasa khas. Warna itu diperoleh dari kunyit dan cabai merah. Sedangkan citarasa itu diperoleh dari cabai, merica, dan pala yang menciptakan sensasi pedas yang khas. Selain dari bumbu, citarasa yang khas juga diperoleh dari daging ayam yang dipanggang terlebih dahulu sebelum direbus bersama kuah. Perpaduan antara kuah, racikan bumbu yang pas, dan ayam panggang yang gurih menciptakan citarasa yang lezat dan susah dilupakan. Jika makan lodho ayam, tidak lengkap kalau tidak makan dengan nasi gurih dan urap urap. Nasi gurih ini biasanya di kota-kota besar disebut nasi uduk, sedangkan urap-urap adalah sayuran yang direbus kemudian di beri kelapa muda parut yang telah dibumbui.
Kalian juga pasti belum mengetahui bahwa Trenggalek memiliki “Lombok Kecil”. Yaa, memang ada pantai yang indahnya tidak kalah dengan keindahan pantai di Lombok. Kawasan “Lombok Kecil” ini berada di kecamatan Watulimo searah apabila kita pergi ke pantai Karanggongso ke arah timur. Di kawasan “Lombok Kecil” ini terdapat 4 pantai yang memiliki keunikan tersendiri, yaitu Pantai Mbangko’an, Pantai Watulunyu, Pantai Ciut, dan Pantai Mbesetan.
- Salah satu dari lombok kecil
Nah, bagaimana sekarang sudah tahu Trenggalek? Makanya datang ke Trenggalek, yang bosan dengan hiruk pikuk kehidupan kota, datang saja ke Trenggalek melepas penat dengan menghirup udara sejuk Trenggalek ini, dan bisa juga mampir ke rumah Saya, hehehe ^^v.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar