![]() |
| Abaikan orangnya .. |
Rumah
Sakit UMM terletak di Jalan Raya Tlogomas, Desa Landungsari, Kecamatan Dau,
Malang, Jawa Timur. Rumah sakit enam lantai itu dilengkapi berbagai teknologi
digital kesehatan, seperti CT SCAN, radiologi, dan USG 4 dimensi.
Pembangunan
RS UMM dimulai 2009 dan peletakan batu pertamanya dilakukan Menteri Pendidikan
yang kala itu dijabat Bambang Sudibyo. RS UMM dibangun di atas lahan seluas 9
hektare.
RS UMM
juga dilengkapi dengan area hutan buatan sebagai ruang terbuka hijau yang
ditanami aneka tanaman organik sebanyak 5.000 batang.
Sekompleks
dengan Rumah Sakit ini terdapat sebuah masjid yang bernama Masjid KH M. Bedjo
Darmoleksono.
![]() |
| Sekali lagi, abaikan orangnya plisss .. |
Masjid KH M. Bedjo Darmoleksono terletak di dalam Komplek Rumah Sakit Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang di di Jl. Tlogomas, sekitar 500 meter dari kampus III Universitas Muhammadiyah Malang.
Masjid
KH. M. Bedjo Darmoleksono didirikan oleh Rektor UMM, Dr. Muhadjir Effendy, MAP berharap agar keberadaan masjid
ini akan menjadi fasilitas untuk mendekatkan
rumah sakit dengan masyarakat. Masjid yang sudah lebih dulu selesai dibangun dapat dimanfaatkan oleh
masyarakat sekitar. Menurut beliau membangun moral jauh lebih penting sebelum
membangun fisik. Itulah hal yang menjadi landasan utama kenapa pihak rektorat
UMM lebih memprioritaskan pembangunan masjid daripada pembangunan fisik Rumah
Sakit.
Pembangunan
Masjid ini dimulai dengan peletakan batu pertama proyek pembangunan komplek
Rumah Sakit Universitar Muhammadiyah Malang pada tanggal 22 Juli 2009 oleh
Menteri Pendidikan Nasional Prof. Dr. Bambang Sudibyo.
Keunikan dari kedua bangunan sekompleks ini
sendiri adalah yang berarsitektur Tiongkok yang sangat kental. Bisa dilihat
dari bentuk atap, warna cat, dan hiasan hiasan yang ada.
Ini adalah salah satu
masjid antimainstream yang ntaps dah hehehe ^^v.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar